That day will never forget,
(07042011)
Entah pikiran apa yang merasukiku saat itu,
"Aku tak boleh diam saja, aku harus membantunya," hanya kalimat itu yang ada di otakku.
Dari tempatku bekerja menuju masjid untuk menunaikan sholat ashar, sekaligus memohon doa restu pada Sang Khalik agar jalanku dipermudah.
Kubaca pesan singkat darinya yang berisi doa dan nasihat agar aku berhati-hati di jalan, aku tersenyum dengan "Bismillah" ku tarik gas dengan kecepatan tinggi melaju. Alhamdulillah di setiap persimpangan selalu dipermudah dengan lampu signal hijau (cukup menghemat waktu).
Les, dokuman ijazah, kantorpos, paket, anak-anak, pikiran itu yang menghiasiku selama perjalanan. Sampai di rumah Bapak-Ibunya aku disambut dengan kehangtan keluarga, sayangnya itu tak berlangsung lama, aku harus pamit untuk menyelesaikan tugas dan kewajibanku.
Tiba di kantorpos, untuk kedua kalinya aku dikecewakan, paketku ditolak (hari sebelumnya paket handphone yang kukirimkan untuknya juga ditolak). Putar otak mencari jasa paket TIKI, JNE, Fujiyama Express, semuanya tak ada yang bisa memberiku kepastian.
Tiba di kantorpos, untuk kedua kalinya aku dikecewakan, paketku ditolak (hari sebelumnya paket handphone yang kukirimkan untuknya juga ditolak). Putar otak mencari jasa paket TIKI, JNE, Fujiyama Express, semuanya tak ada yang bisa memberiku kepastian.
Esok paginya di kamar mandi aku berfikir bahwa aku harus mengantar dokumen (berisi ijazah asli untuk syarat kelengkapannya mengikuti test di PT. Musashi) ini. Harus, ya.. karena aku tak boleh menyerah sampai di sini. Dengan keberanianku aku memohon izin dengan ayah, 3 menit waktu yang cukup singkat untuk meyakinkan ayah melepas anak gadis satu-satunya pergi sendiri ke kota besar Bekasi. Memang bukan pertama kalinya aku aku pergi ke sana sendirian. Senyuman di bibirku muncul seketika setelah ayah memberi izin kepadaku "Alhamdulillah" dan aku langsung pamit untuk berangkat bekerja.
Ayah, beliau memang sangat tahu tentang diriku, bahkan beliau membelikan tiket untuk keberangkatanku sore itu. Kukabarkan berita itu padanya melalui pesan singkat, tak lama dia menelponku "barang" lagi-lagi kata-kata itu dia ucapkan, (artinya : whatever, masa bodoh, ora urusan). Kata yang membuatku tersenyum ketika mendengarnya karena menurutku itu menjadi salah satu bukti kepadaku.
Sorenya sepulang kerja aku bersiap untuk berangkat sedikit terhalang gerimis hujan, ketika sampai di stasiun Jebres ternyata kereta senja bengawan yang seharusnya aku naiki telah berangkat kecewa, sangat, namun aku tak boleh menyerah
Untungnya aku bisa ikut kereta Brantas dari Kediri tujuan Jakarta, memang aku harus berdiri karena aku tak punya tiket K.A Brantas. Alhamdulillah ada seseorang yang baik hati mengijinkankku untuk duduk di bangku kosong sebelahnya. Di perjalanan dia menelponku kembali untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja, perasaan yang tak bisa aku gambarkan yang jelas aku begitu bahagia.
Sorenya sepulang kerja aku bersiap untuk berangkat sedikit terhalang gerimis hujan, ketika sampai di stasiun Jebres ternyata kereta senja bengawan yang seharusnya aku naiki telah berangkat kecewa, sangat, namun aku tak boleh menyerah
Untungnya aku bisa ikut kereta Brantas dari Kediri tujuan Jakarta, memang aku harus berdiri karena aku tak punya tiket K.A Brantas. Alhamdulillah ada seseorang yang baik hati mengijinkankku untuk duduk di bangku kosong sebelahnya. Di perjalanan dia menelponku kembali untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja, perasaan yang tak bisa aku gambarkan yang jelas aku begitu bahagia.
Pukul 03.00 pagi dia membangunkanku melalui pesan singkatnya "nyampe mana dex?"
Pukul 04.00 aku tba di Bekasi dijemput olehnya, lagi-lagi perasaan itu datang.
Dulu, aku hanya bisa membayangkan kehadirannya ketika aku sendiri di St. Bekasi, namun kali ini tidak, nyata, dia datang untuk menjemput kedatanganku. 3 dari 12 jam, hanya 1/4 nya dari waktu yang aku miliki untuk bisa bersua dengannya (melepas semua kerinduanku) yang hanya bisa kupendam dalam-dalam.
Pagi dia berangkat bekerja, di flatnya sendirian, aku tertidur mungkin karena lelah selama perjalanan ditambah dalam keadaan yang kurang fit. 2 jam kemudian aku bangun mengambil air wudlu, kudengar suara motor tak kusangka dia pulang lebih awal dari yang kuduga. "Wa'alaikumsalam" membalas salam darinya ketika dia masuk pintu, sungguh perasaan yang tak bisa kugambarkan, entah mengapa aku begitu bahagia, mungkin hanya sepele namun bagiku itu lebih dari indah (hehe, seperti judul lagu nikita willy.
Tak lama dia pamit untuk berangkat tes di PT. Musashi, dalam diam kuberdoa untuknya. Sendiri (lagi) namun laptop miliknya menghapus kesepianku, aku ingin mengetahui sejauh mana persiapan untuk PELANGI (usaha yang InsyaALLAH akan dia jalankan untuk mengisi waktu luangnya sekaligus berharap dapat menambah penghasilan untuknya), namun tak sengaja aku menemukan foto-foto bersama mantannya, memang sedikit menurunkan rasa bahagiaku namun tak seperti sebelumnya, biasanya aku yang terbakar cemburu kali ini aku bisa tenang dan menganggap seperti tak terjadi apa-apa. Mungkin karena aku sudah bisa berfikir dewasa dan apa yang aku lakukan benar-benar ikhlas karena Allah, ikhlas untuk segala kemungkinan terburuk yang terjadi, ikhlas untuk melepasnya bila aku memang bukan tulang rusuknya.
Aku hanya ingin melakukan yang terbaik menolong yang bisa kutolong ,membantu yang bisa kubantu, dan menyerap serta mengamalkan ilmu-ilmu kebaikan yang dia berikan.
Melihat kepulangannya semangatku kembali memuncak karena dalam pesan singkatnya dia berjanji akan mengajakku berkeliling kota sebelum mengantarkan kepulanganku. Cikarang baru, kami berhenti sejenak untuk menikmati indahnya malam itu, sambil menyantap jagung bakar (janjinyadi tanggal 27 Februari 2010 laludan baru bisa terlaksana di hari itu 9 April 2011 kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun mantan pacarnya yang mungkin saat ini dia masih menyimpan perasaan itu untuknya).
Subhanallah walhamdulillah, ucapan syukur kulantunkan pada Rabb ku yang telah mengijinkanku merasakan rasa bahagia ini.
Pukul 04.00 aku tba di Bekasi dijemput olehnya, lagi-lagi perasaan itu datang.
Dulu, aku hanya bisa membayangkan kehadirannya ketika aku sendiri di St. Bekasi, namun kali ini tidak, nyata, dia datang untuk menjemput kedatanganku. 3 dari 12 jam, hanya 1/4 nya dari waktu yang aku miliki untuk bisa bersua dengannya (melepas semua kerinduanku) yang hanya bisa kupendam dalam-dalam.
Pagi dia berangkat bekerja, di flatnya sendirian, aku tertidur mungkin karena lelah selama perjalanan ditambah dalam keadaan yang kurang fit. 2 jam kemudian aku bangun mengambil air wudlu, kudengar suara motor tak kusangka dia pulang lebih awal dari yang kuduga. "Wa'alaikumsalam" membalas salam darinya ketika dia masuk pintu, sungguh perasaan yang tak bisa kugambarkan, entah mengapa aku begitu bahagia, mungkin hanya sepele namun bagiku itu lebih dari indah (hehe, seperti judul lagu nikita willy.
Tak lama dia pamit untuk berangkat tes di PT. Musashi, dalam diam kuberdoa untuknya. Sendiri (lagi) namun laptop miliknya menghapus kesepianku, aku ingin mengetahui sejauh mana persiapan untuk PELANGI (usaha yang InsyaALLAH akan dia jalankan untuk mengisi waktu luangnya sekaligus berharap dapat menambah penghasilan untuknya), namun tak sengaja aku menemukan foto-foto bersama mantannya, memang sedikit menurunkan rasa bahagiaku namun tak seperti sebelumnya, biasanya aku yang terbakar cemburu kali ini aku bisa tenang dan menganggap seperti tak terjadi apa-apa. Mungkin karena aku sudah bisa berfikir dewasa dan apa yang aku lakukan benar-benar ikhlas karena Allah, ikhlas untuk segala kemungkinan terburuk yang terjadi, ikhlas untuk melepasnya bila aku memang bukan tulang rusuknya.
Aku hanya ingin melakukan yang terbaik menolong yang bisa kutolong ,membantu yang bisa kubantu, dan menyerap serta mengamalkan ilmu-ilmu kebaikan yang dia berikan.
Melihat kepulangannya semangatku kembali memuncak karena dalam pesan singkatnya dia berjanji akan mengajakku berkeliling kota sebelum mengantarkan kepulanganku. Cikarang baru, kami berhenti sejenak untuk menikmati indahnya malam itu, sambil menyantap jagung bakar (janjinyadi tanggal 27 Februari 2010 laludan baru bisa terlaksana di hari itu 9 April 2011 kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun mantan pacarnya yang mungkin saat ini dia masih menyimpan perasaan itu untuknya).
Subhanallah walhamdulillah, ucapan syukur kulantunkan pada Rabb ku yang telah mengijinkanku merasakan rasa bahagia ini.